Kanker Payudara tipe ‘Triple Negative’ (Triple Negative Breast Cancer)

Namaku Sari, di diagnosa kanker payudara jenis triple negative. Awalnya bulan Agustus 2017, teraba ada benjolan di ketiak sebesar jempol jari tangan, aku pikir itu yang sering disebut ‘sengkelan’, tapi kok sesudah 5 hari tidak hilang dan ternyata ada benjolan lain dibawahnya yang terasa lebih besar dari benjolan pertama. Atas usul suami, aku ke dokter yang menyarankan untuk siap-siap operasi 2 benjolan tersebut. Ini membuat aku takut. Suami setuju, tapi keluarga besar yang berpendapat lain: banyak cara yang lain selain operasi yang mesti dicoba dulu.

Hasil patologi yang keluar dua minggu sesudah pengambilan benjolan, membuat dunia gelap. Ya Allah … saat itu kematian terasa begitu dekat. Aku di diagnosa kanker payudara stadium 2b.

Tangisan tidak dapat aku bendung, aku takut menjalani hari2, aku takut tidak dapat mengurus anak-anakku, tiap hari mengurung diri, mempertanyakan kenapa Allah berikan cobaan yg begitu berat buat aku, tapi aku punya suami yang hebat yg selalu mendukung aku, yang berusaha mencari informasi tentang kanker. Dengan setia suami mengantar aku bolak balik ke rumah sakit. Karena di daerah ku belum ada dokter ahli kanker (onkologi), kami harus ke kota besar terdekat, ini membuat suami setiap seminggu 2 kali mengorbankan pekerjaan nya demi aku. Melihat reaksi suami, disitu aku mulai bangkit . Aku harus sembuh, demi mereka yang membutuhkan aku. Aku turuti semua nasehat dokter. Setelah semua persiapan dan persyaratan untuk mulai terapi dan juga keanggotaan BPJS beres, aku setuju menjalani mastektomi payudara kanan pada November 2017, tekadku cuma satu, ingin sembuh dan hidup lebih lama. Hasil pemeriksaan patologi menunjukkan bahwa kanker payudara ku termasuk tipe triple negative, dengan karakteristik sel kanker yang berkembang cepat. Hasil patologi juga menunjukkan sel kanker di 8 kelenjar getah bening dari 15 kelenjar getah bening di ketiak yang ikut diangkat pada waktu mastektomi. Apapun artinya ini, aku percaya dan yakin Allah akan memberikan kesembuhan buat aku lewat tangan para dokter sebagai perantara Nya.

Dua minggu setelah mastektomi aku menjalani kemoterapi. Aku dengar saking sakit nya banyak orang yg tidak kuat. Kemo pertama aku jalani dengan efek nya yang aduhai. 13 hari setelah kemo pertama rambutku mulai rontok, dan akhirnya aku ber kepala gundul mengkilat, tapiiiii …. aku yakin Allah selalu bersama ku, aku berharap dengan rontoknya rambutku rontok pula dosa2 ku. Aku ikhlas, pasrah, dan dengan semangat 45 aku banyak makan walau aku muntah-muntah. Tapi selama kemo kadar haemoglobin (Hb) dan jumlah lekosit ku normal. Alhamdulillah. 6 kali kemo aku jalani, dan kemo selesai 3 bulan yang lalu. Rambutku sudah mulai tumbuh kembali. Dan tidak ada lagi obat untuk terapi kanker ku yang wajib aku minum, sebab tipe kanker payudara ku tipe triple negative. Hasil ultrasound (USG) hati, x-ray foto dada (thorax) dan bone scan menunjukkan tidak ada metastasis. Ternyata dukungan dari suami dan orang-orang terdekat, juga dari dokter-dokter ku itu hal yang sangat penting bagi kami penderita kanker. Tanpa doa dan dukungan mereka aku tidak akan bisa seperti sekarang ini.

Sari Puspita, Bandung

ISI dari blog ini, TIDAK UNTUK MENGGANTIKAN ADVIS DOKTER MASING-MASING, tetapi lebih UNTUK MEMBERIKAN PEMAHAMAN yang diharapkan bisa dijadikan BAHAN untuk berdiskusi dengan dokter masing2.
PENTING:   sel kanker payudara anda punya reseptor hormon estrogen/progesteron atau tidak???

Waktu pertamakali diberitahu oleh dokter bahwa kanker payudara anda adalah jenis yang triple negative, atau triple negative breast cancer (TNBC), mungkin sekali anda mendapatkan komentar dokter atau orang lain bahwa kanker payudara tipe triple negative itu lebih mematikan, atau lebih ganas, atau lebih agresif/cepat menyebar. Ya memang, kanker payudara yang sel kanker nya ditemukan tidak mempunyai reseptor hormon estrogen dan progesterone, ditemukan lebih agresif dibandingkan mereka yang sel kanker nya mempunyai reseptor hormon estrogen dan progesteron.  TETAPI …… kenyataannya kebanyakan dari mereka yang tidak punya reseptor hormone (=ER PR negative) masih tetap bisa hidup sehat (=survive).

Ayo coba kita lihat fakta tentang pernyataan ini.

Tiga tahun pertama

Penelitian menunjukkan bahwa 63 persen dari semua perempuan yang mempunyai kanker payudara tipe triple negative, selama TIGA tahun pertama sejak didiagnosa, berhasil tetap pada stadium awal didiagnosa tanpa ada penyebaran ke organ lain. Dibandingkan dengan mereka dengan kanker payudara yang ber-reseptor hormon (estrogen dan progesteron positif), 76 persen mencapai tiga tahun pertama tetap hidup tanpa kekambuhan sejak didiagnosa.  Perhatikan bahwa mereka dengan TNBC lebih banyak yg mengalami kekambuhan dalam 3 tahun pertama dibandingkan dengan mereka yang ER PR nya positif.  Ini adalah sebuah kesimpulan dari sebuah penelitian yang dituliskan di International Journal of Cancer (lihat daftar sumber).
Lima tahun pertama Perempuan dengan kanker payudara triple negatif mempunyai RESIKO LEBIH RENDAH terhadap kekambuhan dalam LIMA tahun pertama (terhitung sejak didiagnosa) dibandingkan dengan mereka yang kanker payudaranya mempunyai reseptor hormon estrogen dan progesteron (ER dan PR positif).  Kesimpulan ini adalah hasil penelitian dari pusat penelitian kanker ternama M.D. Anderson Cancer Center, University of Texas.

Pada saat lima tahun terhitung dari mulai terapi (kemoterapi, radiasi (dan pada mereka yg ER PR positif diterapi dengan tamoxifen) – atau ketiganya sekaligus), tujuh (7) persen dari mereka yang tidak punya reseptor hormon estrogen/progesterone alias ER PR negatif, mengalami kekambuhan; tapi 13 persen dari mereka dengan sel kanker payudara yang mempunyai reseptor hormon estrogen/progesteron (ER/PR positif), mengalami kekambuhan dalam lima tahun pertama. Dengan kata lain, 93 persen dari mereka yang sel kanker nya tidak punya reseptor hormon estrogen/progesteron bisa selamat tanpa kekambuhan, dan 87 persen pada mereka yang sel kankernya tidak punya reseptor hormon (jadi lebih rendah dari yang tidak punya reseptor hormon estrogen/progesteron) selamat tanpa kekambuhan.

Dari ulasan diatas, terlihat bahwa mereka dengan sel kanker yang tidak punya reseptor hormon, lebih punya kemungkinan untuk kekambuhan di masa tiga tahun pertama, TETAPI, biasanya mempunyai keadaan yang lebih baik dari mereka dengan sel kanker yang punya reseptor hormon. Yaitu, pada lima tahun terhitung sejak di diagnosa, perempuan dengan sel kanker tanpa reseptor hormon, lebih kecil kemungkinan kekambuhannya dibandingkan dengan mereka yang sel kankernya ada reseptor hormon nya.

Sumber:

http://hormonenegative.blogspot.com.au/2009/02/surviving-triple-negative-breast-cancer.html

Bertucci F, Finetti P, Cervera N, et al: “How basal are triple-negative breast cancers?” International Journal of Cancer. 123:236-240, 2008. Brewster AM, Hortobagyi GN, Broglio KR, Kau SW, Santa-Maria CA, Arun B, Buzdar AU, Booser DJ, Valero V, Bondy M, Esteva FJ. “Residual risk of breast cancer recurrence 5 years after adjuvant therapy,” Journal of the National Cancer Institute, 100(16):1179-83. 2008.

APA ARTI : ‘triple negative breast cancer’?

Hero-Pink_Ribbon_chocolates-heroTriple negative’ adalah sebuah terminologi/istilah yang di gunakan untuk menjelaskan satu dari beberapa jenis kanker payudara. Arti dari ‘triple negative’ adalah kalau jenis kanker payudara yang di derita TIDAK MEMPUNYAI satupun dari tiga reseptor/penerima yang biasanya ditemukan pada permukaan sel kanker payudara.  Reseptor-reseptor yang tidak ada itu adalah: reseptor estrogen, reseptor progesterone dan reseptor Her2.

Sekitar 15% – 25% kasus kanker payudara ditemukan bertipe ‘triple negative’. Kemoterapi biasanya menjadi pilihan utama pengobatan terhadap kanker payudara bertipe ‘triple negative’.

Pengobatan/Terapi

Terapi kanker payudara dengan keadaan ‘triple negative’ biasanya melibatkan pembedahan/operasi (lumpectomy atau mastectomy), dilanjutkan dengan radiotherapy kalau lumpectomy yang dikerjakan, dan ditambah dengan chemotherapy.

Pengobatan dengan kemoterapi ditemukan sangat cocok untuk kanker payudara tipe ‘triple negative’.  Pengamatan para ahli menunjukkan tingkat tingkat ‘survival’ (bertahan hidup tanpa atau dengan gejala) pasien dengan kanker payudara bertipe ‘triple negative’ lebih tinggi dalam kurun waktu selanjutnya sesudah menjalani serangkaian pengobatan tersebut.

Dokter ahli kanker (spesialis onkologi medis) yang merawat Anda akan menyusun ‘rencana terapi dengan kemoterapi’, dengan mempertimbangkan semua keadaan khusus/individual diri Anda.

Meskipun kemoterapi biasanya diberikan sesudah operasi, kadang kala kemoterapi juga diberikan sebelum operasi.  Kemoterapi yang diberikan sebelum operasi biasanya dilakukan bila ukuran tumor dikategorikan cukup besar dan ada bagian tumor yang melekat atau terlalu dekat denngan organ tubuh, misalnya otot dada.  Tujuan kemoterapi sebelum operasi adalah untuk memperkecil ukuran tumor sebelum tindakan operasi dilakukan. Hal ini akan mempermudah dokter bedah onkologi mengambil tumor dan semua bagian tumor yang kemungkinan bisa mudah tersisa dan melekat pada organ dekat tumor. Kemoterapi yang diberikan dengan cara ini disebut ‘neo-adjuvant chemotherapy’. (lihat bagian tentang kemoterapi di blog ini).

Perbedaan kanker payudara tipe ‘triple negative’ dengan tipe kanker payudara yang lain.

Jika anda di diagnosa dengan kanker payudara tipe ‘triple negative’, seperti yang sudah dijelaskan dengan definisi diatas, berarti sel kanker payudara anda tidak punya satu atau semua dari tiga tipe reseptor yang biasanya ditemukan di permukaan sel kanker payudara.

Tiga reseptor yang biasanya ditemukan di permukaan sel kanker payudara adalah sebagai berikut:

  • Oestrogen (Estrogen) receptors (ER)
  • Progesterone (Progesteron) receptors (PR)
  • Human Epidermal Growth Factor Receptor 2 (HER2)

Jika anda bandingkan terapi anda (sebagai pasien dengan kanker payudara tipe triple negative) dengan sesama pasien kanker payudara dengan tipe lain, besar kemungkinan terapi yang anda terima berbeda dengan pada umumnya mereka dengan kanker payudara tipe yang lain tersebut.

Pada mereka dengan kanker payudara dengan estrogen dan/atau progresteron reseptor positif (ER +), biasanya akan diterapi dengan tamoxifen atau obat golongan aromatase inhibitor (contohnya Femara dan Arimidex) sebagai salah satu bagian dari seluruh terapi yang diterima.

Perempuan dengan kanker payudara yang HER2 reseptor positif (HER2 +), biasanya akan di berikan obat Herceptin.

Obat-obatan ini (Tamoxifen, Aromatase inhibitor dan Herceptine) dikenal sebagai ‘targeted therapies’, dimana obat-obatan ini TIDAK AKAN efektif untuk mengobati kanker payudara dengan tipe ‘triple negative’.

Apa yang pada saat ini disebut ‘targeted therapy’ (artinya kira-kira terapi yang jelas menargetkan sebuah tujuan – dalam hal ini dengan adanya reseptor maka jelas kemana jalan terapi diharapkan bekerja baik untuk menghindarkan kanker payudara tumbuh kembali) belum tersedia untuk perempuan dengan kanker payudara tipe ‘triple negative’.  Tetapi pada saat ini, banyak sekali penelitian yang sedang dilakukan dengan tujuan untuk menemukan ‘targeted therapy’ untuk kanker payudara ‘triple negative’.

Berikut dibawah ini adalah daftar dari beberapa riset/penelitian yang saat ini sedang dilakukan dalam usaha untuk menemukan ‘targeted therapy’ pada kanker payudara ‘triple negative’.

Faktor risiko (hal-hal yang diduga kuat bisa mendukung keadaan di mana kanker bisa dialami) yang saat ini diketahui

Semua orang bisa mempunyai kemungkinan mendapatkan kanker payudara tipe ‘triple negative’, tetapi, ada dua faktor resiko yang dipercaya terkait dengan keadaan timbulnya kanker payudara triple negative’.

  • Faktor Risiko 1: Mutasi dari gen BRCA

Normalnya, setiap orang mempunyai gen BRCA1 dan BRCA2. Dan normalnya, dua gen ini bekerja dan berfungsi untuk mencegah berkembangnya kanker. Tetapi, pada kira-kira 5% dari perempuan dengan kanker payudara, didapatkan mutasi (perubahan sifat) gen BRCA1 atau BRCA2.  Bila mutasi gen- gen ini di dapatkan pada seseorang, maka yang bersangkutan akan menyandang resiko dalam hidupnya akan mengalami kanker payudara, kanker indung telur (ovarian cancer) dan kanker-kanker lain.

Mutasi pada gen BRAC1 biasanya dihubungkan dengan naiknya resiko mengalami kanker payudara triple negative.  Tetapi, harap selalu diingat bahwa TIDAK SEMUA kanker payudara yang disebabkan oleh mutasi dari gen BRCA berstatus triple negatif. Sementara itu, mutasi pada gen BRCA2 biasanya sering didapatkan pada kanker payudara dengan estrogen dan progesterone positif (ER +).

JIka dalam riwayat keluarga anda ada sejumlah anggota keluarga yang mengalami kanker payudara, sangat mungkin anda dan keluarga mempunyai mutasi dari gen BRCA.

  • Faktor Risiko 2: Premenopausal (masa tepat sebelum menopause)

Perempuan dengan kanker payudara yang sedang mengalami premenopause, mempunyai resiko yang lebih tinggi untuk mempunyai kanker payudara tipe triple negative jika dibandingkan dengan perempuan dengan kanker payudara yang sudah berada di masa menopause. Para ahli belum menemukan dan mengerti kenapa kanker payudara dengan sifat-sifat triple negative cenderung di dapatkan oleh wanita dalam usia yang tergolong masih muda (dibawah 40 tahun). Penelitian sedang dilakukan untuk menjawab pertanyaan ini.

Kehidupan dengan kanker payudara tipe triple negative

Ada banyak tipe/jenis kanker payudara dan setiap tipe mempunyai pengobatan yang berbeda-beda.  Kanker payudara tipe triple negative termasuk jenis yang lebih jarang di dapatkan, sehingga beberapa perempuan yang mempunyai tipe kanker payudara tipe triple negative ini bisa saja mengalami kesulitan untuk menjelaskan kepada sesama pasien kanker payudara, atau kepada teman dan keluarga tentang pengobatan apa saja yang diterima/dijalani.

Meskipun penderita kanker payudara tipe triple negative ini jarang maka pada yang mengalami, tidak ada masalah, karena tetap akan menerima dukungan dari sesama penderita kanker payudara melalui komunitas-komunitas pendukung kanker payudara yang ada, asalkan penderita mempunyai akses ke komunitas-komunitas ini.

Meskipun ‘targeted treatments’ (lihat diatas arti dari targeted therapy) belum tersedia untuk kanker payudara tipe triple negative, tipe ini SANGAT BISA DI OBATI.  Hal ini di buktikan dengan membandingkan antara: perempuan dengan kanker payudara tipe triple negative dengan perempuan dengan kanker payudara tipe lain.  Pada kurun waktu lima (5) tahun sesudah diagnosa, perempuan dengan kanker payudara tipe triple negative kemungkinan mengalami kanker kembali (recurrence/relapse) sangat kecil jika dibandingkan dengan kanker payudara tipe lain. Dalam kurun waktu yang lebih panjang, misalnya dalam waktu 10 tahun sesudah diagnosa, kemungkinan untuk kanker payudara triple negative kembali hampir tidak ada lagi.

Penelitian tentang kanker payudara triple negative

Riset sedang banyak dilakukan untuk menemukan sebuah targeted therapy untuk kanker payudara tipe triple negative.  Hal ini sering melibatkan usaha pencarian bagian mana dari sebuah sel yang ikut berperan dengan pertumbuhan kanker. Dengan mengetahui hal ini, maka diharapkan bisa ditemukan obat yang akan ber interaksi dengan bagian sel yang berperan untuk tumbuhnya kanker tersebut, sehingga proses tumbuhnya kanker bisa dicegah.

Banyak ‘clinical trial’ (percobaan yang dilakukan pada pasien) dilakukan untuk menentukan apakah obat-obat baru yang ditemukan lebih baik daripada rangkaian obat-obatan yang sudah ada dan sedang digunakan sekarang ini. Bila anda berobat di sebuah rumah sakit yang menjalankan clinical trial, anda mungkin akan tertarik untuk mengetahui apakah anda ingin ber partisipasi atau tidak. Hal ini bisa ditanyakan pada dokter ahli kanker yang merawat anda.

Beberapa riset yang diketahui sedang dilakukan:

Riset 1: Poly-ADP-ribose polymerase (PARP) Inhibitors

PARP adalah sejenis enzim yang bertanggung jawab untuk memperbaiki DNA di dalam sel badan kita.  Para ilmuwan sudah mengembangkan ‘PARP inhibitors’ yaitu obat-obat yang bisa menghentikan PARP yang bekerja memperbaiki DNA dari sel-sel kanker payudara.   Sementara ini para ilmuwan juga percaya bahwa PARP inhibitors bisa membuat kemoterapi lebih efektif dalam kerjanya menghancurkan sel-sel kanker.

PARP inhibitors sudah di uji di dalam beberapa clinical trials di beberapa negara maju di dunia. Hasilnya menunjukkan hasil yang bervariasi. Perlu adanya penyelidikan yang lebih jauh sebelum penggunaan PARP inhibitor bisa dijadikan bagian pengobatan rutin dari kanker payudara tipe triple negative.

Riset 2: Antiangiogenic agents

Tumor dari kanker payudara membentuk pembuluh (sirkulasi) darah sendiri untuk mendapatkan oksigen dan zat makanan yang akan membuat tumor tersebut bisa terus berkembang dan menyebar.  Proses ini disebut proses angiogenesis.  Para ilmuwan pada saat ini mencoba menemukan obat-obatan yang bisa menghambat proses angiogenesis tersebut dengan membuat sel-sel kanker payudara kekurangan asupan oksigen dan zat makanan, sehingga mencegah tumor berkembang dan juga mencegah sel-sel kanker tersebut menyebar, Pada saat ini obat-obat yang sedang dicobakan adalah bevacizumab (merk dagang Avastin®) and sutinib (merk dagang Sutent®) .

Riset 3: EGFR (epidermal growth factor receptor) targeted therapies

Kanker payudara dengan tipe triple negative sering dihubungkan dengan adanya ‘overexpression’ (artinya: berlebihan jumlahnya) dari sebuah jenis protein di badan kita yang disebut protein EGFR.  Ini berarti sel-sel dari kanker payudara tipe triple negative breast mempunyai/mengandung terlalu banyak EGFR. Hal ini lah yang menyebabkan kanker tumbuh dan berkembang. Penelitian yang dilakukan pada saat ini mencari cara bagaimana mem-blok (menghentikan) EGFR supaya tidak menstimulasi pertumbuhan kanker.

Riset 4: efek anti tumor dari Metformin – obat diabetes 

Metformin, obat untuk pengobatan diabetes yang sekarang ini sangat luas digunakan, ditemukan mempunyai kapasitas untuk terapi kanker payudara triple-negative.  Data awal menunjukkan bahwa metformin mempunyai ‘efek anti tumor’. Pada saat ini, diketahui bahwa di Amerika Serikat, clinical trial untuk penggunaan metformin untuk terapi kanker payudara triple-negative sedang direncanakan.

 

Diterjemahkan bebas dan dirangkum oleh dr Inez Nimpuno MPS MA (dokter dan breast cancer survivor) dari
http://www.bcna.org.au/about-breast-cancer/triple-negative-breast-cancer
http://en.wikipedia.org/wiki/Triple-negative_breast_cancer

Gambar di copy dari:

http://www.nationalbreastcancer.org/triple-negative-breast-cancer

SaveSave

SaveSave

SaveSave

SaveSave

SaveSave

42 thoughts on “Kanker Payudara tipe ‘Triple Negative’ (Triple Negative Breast Cancer)

  1. Adakah tulisan dokter yang membahas kanker payudara dengan triple positif? Kebetulan karakter kanker saya triple positif. Apakah bila triple positif akan lebih mudah kambuh kankernya dibandingkan jika triple negatif?

    Like

    • Terimakasih komentarnya Faila. Belum ada di blog ini, tapi nanti saya tuliskan ya.
      Singkatnya, untuk triple positive, dari sudut tersedia ‘adjuvant therapy’ yaitu terapi tambahan sesudah kemo selesai, malah tersedia. Maksud saya, ER dan PR positif – maka ini bisa memakai terapi hormon (premenopause : tamoxifen; dan post menopuaseal: aromatase inhibitor); lalu HER2 juga positif, maka diberi targeted therapy dengan herceptin.
      Kalau triple negative kan malah tidakada terapi tambahan selain kemo.
      tentang yang mana yang mudah kambuh, tidak bisa dibandingkan begitu saja, karena setiap kasus berbeda dengan perbedaan detail spesifik nya antar satu orang dengan orang lain. Banyak faktor lain yang harus dipertimbangkan untuk memperkirakan berapa besar tingkat kekambuhannya. Hasil PA masing-masing orang harus ikut di’hitung’. Belum lagi faktor lain, yaitu apakah masing2 kasus bisa mendapatkan obat yang tepat (responsif) untuk kankernya.

      Liked by 1 person

  2. Terimakasih atas jawaban dokter. Saya benar2 berharap kanker saya tidak akan muncul lagi dok. Sy sudah kemo 6 kali, kemo herceptin 8 kali, radioterapi 25 kali dan minum tamofen 4 tahun. Terapi saya hampir lengkap kan dok? Tinggal 1 tahun lagi saya minum tamofen? Hasil PA sy dulu adalah “invasive ductal ca mamae grade 2” dan selama ini hasil evaluasi 6 bulanan yg berupa cek ca15-3, rontgen thorax dan usg upper n lower abdomen selalu menunjukkan hasil yg normal.

    Like

    • Faila, tentang terapi tamoxifen nya, memang mula-mula diyakini bahwa pemakaian tamoxifen selama 5 tahun adalah paling efektif untuk menurunkan kemungkinan kekambuhan, tetapi pada December 2012, diumumkan (diterbitkan di majalah kedokteran Lancet) hasil riset yang lebih baru yang menunjukkan bahwa minum tamoxifen 10 tahun ditemukan lebih efektif untuk menurunkan angka kekambuhan (terutama pada masa bebas kanker di kurun waktu 10 tahun kedua) dibandingkan dengan minum tamoxifen selama 5 tahun.
      Saya usul, begitu Faila sudah mendekati masa akhir minum tamoxifen 5 tahun, dan pada saat itu Faila masih menstruasi, maka bicarakan dengan dokter onkologi medis (SP.PD.KHOM) yang merawat Faila, minta pertimbangan untuk meneruskan minum Tamoxifen selama 5 tahun lagi, atau sampai Faila masuk masa menopause.
      Seperti yang mungkin sudah Faila ketahui bahwa begitu status Faila sudah manopause, maka hormonal terapi yang diminum bukan lagi tamoxifen tetapi salah satu dari tiga obat golongan Aromatase Inhibitor (bisa Femara, Arimidex atau Aromasin). Ini bisa dibaca di halaman tentang ‘aromatase inhibitor’di blog ini. https://ngobrolkankerpayudara.wordpress.com/2015/03/08/aromatase-inhibitors-femara-arimidex-and-aromasin-info-singkat/

      Berikut ini adalah link ke artikel dari jurnal medis Lancet, http://www.thelancet.com/pdfs/journals/lancet/PIIS0140-6736(12)61963-1.pdf , yang memaparkan penemuan dan hasil dari riset/trial ATLAS. Tujuan saya untuk memberitahu artikel dari ATLAS trial ini karena, jika dokter anda menolak untuk mempertimbangkan pemakaian tamoxifen lebih dari 5 tahun (padahal Faila masih menstruasi) maka Faila bisa print artikel ini dan bawa ke dokternya .

      Like

    • Faila, mungkin berpikirnya jangan ‘ternyata masih panjang sekali jalan menuju kesembuhan’ tapi mungkin bisa dipertimbangkan bahwa definisi ‘kesembuhan’ itu untuk kita yang didiagnosa kanker payudara definisinya lain dengan kalau kita di diganosa sakit flu. Perbandingan ini hanya untuk gampangannya saja.
      Alasan saya untuk pernyataan saya diatas adalah: pertama: kanker adalah ‘multi disease’ dimana bisa banyak sekali jenis penyakit yang terlibat, dan tergantung stadium nya maka bisa banyak organ yang terlibat. Kedua, penyebab pasti kenapa ada kanker belum ditemukan (yang sudah disetujui bukan ‘penyebab’ tapi ‘faktor resiko’), sehingga obat yang pasti menghilangkan kanker (atau bahkan mencegah) kankerpun belum ada (yang ada sekarang, bagaimana masih ada kemungkinan bahwa sel kanker tidak mati semua dengan pengobatan yang ada).

      Maka, kesembuhan untuk kita adalah keadaan dimana kita bisa mempunyai hidup yang ‘bebas kanker’ yang dinyatakan dengan check up berkala dan tentu saja didukung dengan gaya hidup (termasuk makan sehat, olahraga cukup, dan management stress) yang sehat dan baik. Ditambah dengan berdoa dan berserah diri pada Nya, yang sudah memberikan anugrah kanker payudara dan perjalanan hidup yang menjadi luar biasa. Kita termasuk orang-orang terpilih Faila.

      Yok, kita terus bareng saling menemani dalam perjalanan ini.

      Like

  3. Sy Elly , sy kena ca mamae triple negative grade 3 , T2N0M0, skrng lg jlnin kemo yg ke 6, sy dianjurkan 8x kemo, yg sy mau tanyakan , apakah jenis sy ini bs diobati ,n biasa jenis ini akan lbh cepat matastase ke organ lain , ma kasih

    Like

  4. Sy Elly , sy kena ca mamae triple negative grade 3 , T2N0M0, skrng lg jlnin kemo yg ke 6, sy dianjurkan 8x kemo, yg sy mau tanyakan , apakah jenis sy ini bisa diobati, n lebih cepat metastase ke organ lain Dok , sy sngat kuatir sekali penyebaran cepet walau sy sudah jlnin kemo , terima kasih.

    Like

    • Elly, pertama tama perlu Elly pegang bahwa stadium Elly adalah dini, dimana tidak ditemukan penyebaran di kelenjar getah bening di ketiak. Ini artinya gambaran kedepan nya baik, karena makin dini stadium kanker , makin besar KEMUNGKINAN kanker tidak datang kembali. Yang kedua, Elly perlu pegang dulu prinsip daripada sakit kanker. Maaf kalau ini terlalu ‘keras’ ya, tapi yang akan saya tulis ini adalah kenyataan dan berdasarkan kita tahu kenyataan maka akan lebih mudah untuk kita mengelola hidup kita.
      Kanker belum diketahui penyebabnya apa, (karena itu untuk menjelaskan apa ‘sebab’ kanker, dunia ilmu pengetahuan memakai cara, melihat yang namanya ‘faktor resiko’ – ini ada ya tulisan ttg faktor resiko di blog ini). Karena belum tahu apa penyebabnya, maka belum ada obatnya yang bisa tepat menjamin sesudah seseorang diobati maka dijamin 100% akan sembuh dan kanker nya tidak akan kembali. Ini tidak ada. Nah karena nggak ada ini maka kita yang didiagnosa kanker mengalami ‘mental set'(=perasaan dan pikiran dan keadaan psikologis) bahwa kanker akan kembali. Ketakutan kanker akan kembali menjadi bagian dari kehidupan kita. Ini memang prinsip daripada sakit kanker. Karena itu, bergabung dengan support group misalnya, diharapkan bisa menolong kita untuk mengelola ketakutan, karena kita berkumpul dengan teman-teman senasib. Meskipun lain orang lain cara menghadapi persoalan, ada juga yang memilih tidak kumpul2 dengan sesama cancer survivor. Tapi yang penting adalah, didiagnosa kanker memberikan kesempatan kita untuk mengalami kehidupan untuk bisa membangun kemampuan bagaimana mengelola ketakutan dengan baik. Jadi ini berkah Tuhan.

      Ok sekarang kembali ke pertanyaan Elly, ‘apakah jenis saya ini bisa diobati’?, jawab: semua jenis kanker payudara sudah ada cara mengobati yang sesuai dengan jenis kanker payudaranya. Dan Elly sekarang sedang di obati, yaitu dengan menjalani kemo 8 kali.
      Seperti yang sudah Elly baca di tulisan ‘triple negatif’ di blog ini, Elly tahu bahwa kemoterapi adalah andalan untuk membasmi semua sel kanker pada kanker payudara dengan tipe ‘triple negative’.

      Kenapa ada yang bilang bahwa kalau triple negatif maka akan cepat menyebar jika dibandingkan dengan jenis yang bukan triple negatif.
      Yang bukan triple negatif itu misalnya yang ER PR nya positif, dan/atau HER2 nya positif.
      Untuk yang jenis kanker payudara nya mempunyai reseptor (= reseptor positif), seperti reseptor HER2 nya positif (= HER2 +++) atau reseptor estrogen dan progesteron nya positif (= ER + dan PR+) , sesudah kemo selesai pengobatan akan diteruskan dengan herceptin (untuk HER2 +++) dan diteruskan dengan obat2 terapi hormonal dengan tamoxifen atau salah satu dari 3 obat golongan aromatase inhibitor.
      Kalau ditemukan tidak ada ketiga reseptor tersebut, yaitu tidak ada reseptor HER2 , tidak ada reseptor Estrogen dan tidak ada reseptor progesteron (= dinamakan triple negatif atau tiga negatif), maka tidak perlu obat2 lanjutan sesudah kemoterapi seperti yang saya tulis diatas, sebab obat tamoxifen untuk yang punya reseptor estrogen dan progesteron; dan infus herceptin untuk yang punya reseptor HER2.
      Karena tidak ada obat lanjutan sesudah kemoterapi maka JIKA DIBANDINGKAN dengan jenis kanker payudara lain yang ada reseptor nya maka logikanya tidak ada obat lanjutan yang ‘menahan’ perkembangan tumor ganas baru kalau ternyata sesudah kemoterapi masih ada sel kanker yang bandel yang tidak mati krn kemoterapi (atau sesudah kemo ada sel kanker baru yang muncul – ini sel lho ya, yang sesudah berjumlah berjuta juta baru bisa membentuk sebuah tumor (benjolan)).
      TETAPI (berdasarkan logika ini), triple negative juga ada keuntungannya. Yaitu untuk yang triple negative, makin jauuh dari waktu diagnosa sehat terus, makin kecil kemungkinannya kanker kembali, lain dengan bukan triple negative, yang tidak ada jaminan bahwa kanker nya tidak kembali seberapa lamapun dari waktu di diagnosa.

      Kembali pada paragraf pertama saya diatas, bahwa karena prinsip dari sakit kanker memang menimbulkan ketakutan dalam hidup, maka kalau Elly kuatir sekali, ini sangat wajar. Yang bisa saya usulkan adalah, bahwa selama Elly mengikuti apa kata dokter, dan menjalani semua treatment yang diusulkan, maka harapannya adalah bahwa semua sel kanker terbasmi habis oleh kemoterapi dan tidak akan muncul lagi, sehingga tidak akan ada metastase. Juga, sesudah selesai semua rangkaian oengobatan, Elly rajim kontrol, untuk check up, sesuai dengan jadwal yang dianjurkan oleh dokter. Selain cara medis/dokter, Elly dianjurkan bisa menjaga supaya hidup tetap sehat, olahraga cukup dan belajar mengelola stress dengan baik (karena orang hidup ya selalu ada stress/kuatir/marah dll dll – tinggal bagaimana kita mengelolanya supaya stress itu tidak menguasai hidup kita).

      Liked by 1 person

  5. Terima kasih dok , atas jawaban nya, yg menbuat sy lbh tenang atas balasan , n jawaban yg sangat jelas ini, paling tidak sy bs lebih ngerti mengenai CA yg seblm nya sy sangat awam skli,terima kasih sekali..

    Like

  6. Oh ya dok, maaf sy ada satu pertanyaan lg ,mengenai grade n stadium , emng sy msh stadium dini , tp sy kena grade 3 dok ,yg sy dger tuh sel yg sngat ganas skali , pa itu berarti lbh cepat metastase , ma kasih

    Like

    • Ada tulisan pendek ttg arti ‘grade’ ya di blog ini https://ngobrolkankerpayudara.wordpress.com/2015/03/21/bagian-2-5-membaca-laporan-patologi-grade-dari-sel-kanker-payudara/
      BUkan cepat metastase, tapi cepat berkembang biak, atau multiplikasi, berlipat ganda – karena cepat berlipat ganda maka KEMUNGKINAN untuk metastase nya lebih besar dari yang grade 1 atau 2.
      Berikut ini saya tawarkan cara/gimana mikirnya untuk menghadapi ketakutan akan metastase yang Elly hubungkan dengan keadaan Elly itu:
      kan Elly ketemu kanker nya dini, dan sudah langsung diobati, jadi maksud saya pas diobati itu kan masih dlm stadium dini, sehingga perhitungannya itu semua sel kanker diharapkan habis terbasmi karena obat atau terapi yang dijalani. Jadi semoga semua terapi yang dijalani mencapai yang diharapkan yaitu semua sel kanker terbasmi. Sehingga meskipun grade nya 3, tapi semua sudah habis kan? Setiap pasien kanker mengharapkan ini, dan apakah sel kanker habis semua atau nggak , sampai sekarang belum ada alat yang bisa ngukur. Alat2 yang ada hanya bisa menemukan masih ada kanker tidak, jadi kalau sudah berupa tumor/benjolan (butuh berjuta juta sel kanker dulu untuk bisa membentuk sebuah tumor/benjolan).

      Like

  7. Dokter,seblm nya berterima kasih sekali doktr menbalas semua pertnyaan sy, tp skli lg maaf yah dokter sy nanya lg sy kurang gt paham ,soal tumor /benjolan butuh berjuta2 sel, dgn arti kt butuh waktu juga??,ma kasih Dok

    Like

    • Elly, ya betul, untuk bisa menjadi sebuah benjolan (= tumor), butuh berjuta juta sel yang berkumpul jadi satu membentuk jaringan tumor. Kalau sel sel tersebut sel kanker, maka tumor/benjolan yang terbentuk adalah tumor ganas alias kanker.

      Sel=sel bisa ber juta jumlahnya karena prinsip nya sel sel tersebut tumbuh berlipat ganda, tidak seperti sel normal, sel kanker tumbuh berlipat ganda jauh lebih cepat. Betul. Karena ini maka perlu waktu sampai sebuah tumor ganas/kanker bisa teraba.

      Like

  8. Terima kasih dok , atas semua jwban dok yg bgt detil , shingga sy bs lbh mengerti soal CA , pa lg triple neg ini ,penjelasan ini sngat bermangfaat sekli bt sy ….,skli lg trima kasih byk yah dok…. 🙏

    Like

  9. salam kenal dokter, saya ca triple negative stadium 2A, grade 3. Sudah menyelesaikan rangkaian kemo 6x dan radiasi 25x akhir juli 2015 kemarin. Yang ingin saya tanyakan kapan waktu yang tepat melakukan pets scan untuk mengetahui hasil evaluasi semua rangkaian terapi saya ini?

    Like

    • Salam kenal kembali Fitri.

      Jawaban singkatnya: PET scan tidak dilakukan.

      Untuk protokol dalam rangka surveillance yaitu ‘evaluasi’ yang dimaksudkan Fitri itu, ada perbedaan antara negara yang satu dengan negara yang lain.

      Kalau pada kebanyakan negara maju (seperti Australia, Amerika, Inggris, dll) maka untuk stadium awal seperti Fitri (stadium dibawah 4), pemeriksaan dengan berbagai macam scan (termasuk pet scan, bone scan, MRI, dll) hanya dilakukan kalau pasien merasakan ada gejala yang tidak hilang2 dlm waktuu lama dan makin lama gejalanya makin berat (seperti batuk lama, ada bagian tulang yang sakit terus menerus dan makin sakit selama beberapa minggu – gejala ini tidak hilang dengan obat biasa). Jadi, gejala yag dirasakan itu sampai membuat dokter curiga ada metasatse, maka barulah dikakukan scan. Jenis scan nya pa maka tergantung gejalanya apa. PET scan memang dikenal sebagai satu jenis scan yang diharapkan bisa mendeteksi kalau ada kelainan seluruh badan. Tetapi, PET scan juga bisa saja harus dibantu dengan pemeriksaan lain misalnya dikombinasi dengan CT scan.

      Di negara lain, seperti Indonesia, umumnya masih ditemukan protokol yang tidak sama satu rumah sakit dengan rumah sakit lain, ini dikarenakan sistem pelayanan kesehatan nya belum terstandarisasi secara menyekuruh seperti kebanyakan negara maju, dimana protokol harusa disahkan oleh negara (dan ada dasar ilmiah dan dasar hukumnya) dan diberlakukan seluruh negara.
      Maka, itu sebabnya di negara yang protokol pemeriksaan kesehatan belum terstandarisasi secara menyeluruh, antara satu temoat pelayanan kesehatan dengan satu tempat lain, bisa berbeda. Antara dokter satu dengan yang lain bisa berbeda.

      Scan scan ini (pemeriksaan imaging) bisa juga dilakukan tidak atas dasar kebutuhan medis, tetapi hanya atas dasare kebutuhanpsikologis pasien, karena pasien merasa tenang kalau di tes atau di scan. Maka, adalah tugas dokter untuk menjelaskan bahwa sebenernya kalau tidak ada gejala, tidak perlu dilakukan scan (pemeriksaan imaging), lalu kalau pasien tetap memaksa ingin diperiksa supaya ‘tenang’, itu hak pasien, tetapi pasien harus tahu bahwa dengan membayar mahal secara medis tidak ada gunanya.

      Ada satu dasar berpikir yang saya tawarkan bisa mendasari kenapa scan scan itu tidak perlu dilakukan pada stadium awal yang post-terapi (sudah selesai terapi) dan tidak mempunyai gejala: pet scan dan scan2 lain (atau istilahnya ‘pemeriksaan imaging’) hanya bisa menangkap gambaran kelainan (kanker) kalau sudah terbentuk kanker (tumor) dan biasanya pada tahap sudah terbentuk kanker (tumor) ini si pasien sudah merasakan sesuatu (ada gejala). Sebelum berbentuk tumor (yaitu masih berupa sel sel kanker) , alalt2 pemeriksaan imaging, tidak bisa mendeteksi sel sel kanker ini. (catatan: perlu berjuta juta sel kanker untuk bisa membentuk sebuah tumor).

      Jadi protokol check up (sesudah terapi selesai) untuk kanker payudara stadium awal yang tidak ada gejala yang dirasakan adalah, secara berkala diperiksa oleh dokter (pemeriksaan klinis), bisa disertai tes darah (tanpa tumor marker/penanda tumor : baca tentang penanda tumor di blog ini), dan mamografi (untuk payudara yang tersisa) dan ultrasoound (USG) payudara dan ketiak.

      Like

  10. Pagi Dok, sy elly yg pernah consul sm dok brp hr lalu, sy sblm ketauan ada CA sy sering skit pungung percis di belakang payudara kiri sy ini , skarng sy sudah mastectomy, tp ttp msh rasa sakit pungung sy ini apa lg klo sy dduk rebahan lbh brasa, yg sy mau tanyakan pa da kemngkinan,sudah metase ke tulang ?? Tp sblmnya operasi sudah bone scan ,CT scan, mnurut hsl blm ada … Terima kasih

    Like

    • kalau sebelum operasi sudah dilakukan uji imaging seperti bone scan dan CT scan dan hasilnya menunjukkan tidak ada metastase ke tulang, maka itu yang dipegang dokter untuk patokan, bahwa Elly tidak mengalami yang namanya metastase ke tulang pada waktu di mastektomi. Jadi semua scan scan itu untuk mencari tahu penyebab sakit punggung tersebut. Pada waktu sebelum mastektomi, dibuktikan bahwa sakit punggungnya bukan karena ada metastase.
      saya nggak tahu jarak berapa lama dari saat itu pas tahu tidak ada metastase dari hasil bone dan CT scan ke waktu saat ini [as Elly kuatir sekarang ini, Elly nggak nulis waktunya.

      Kalau ini masih menguatirkan maka Elly harus konsultasi ke dokter onkologi medis nya dan tanya apakah perlu tes imaging lagi ….

      Kalau ini kelainan nya letaknya ditempat yang sama, dan tidak makin menjalar ke tempat lain selama bertahun tahun (saya nggak ngerti berapa lama ya jadi saya duga sudah bertahun tahun sejak pemeriksan scan scan pertama waktu itu) maka biasanya ini masih keadaan yang sama yaitu bukan metastase tetapi mungkin lebih pada peradangan sendi yang menahun.

      Tapi, hanya dengan uji imaging, (kalau yang di pikirkan adalah kemungkinan metastase ke tulang maka bone scan yang dilakukan), maka hal ini bisa dibuktikan.

      Like

    • ‘secepat’ itu artinya berapa bulan? tahun? Elly tidak menuliskan jarak waktu nya.
      Tetapi prinsipnya metastase biasanya perlu waktu, dan kalau kelihatannya ‘muncul tiba2’ itu karena sebeumnya sudah ada tapi belum ketahuan karena belum membuat gejala yang dirasakan oleh pasien dan membuat pasien ke dokter untuk diperiksa atau menjalani tes.

      Like

  11. Sel pagi dok , sblm nya sy bertrima kasih, atas balasan nya,sbner skit pungung sy da ckup lm kira2 1 tahunan ,sesudah operasi mastektomi sampe skrng da berjln 5bln an , kmrn sy bru kemo ke 7 , dktr onko menganjurkan klo msih kuatir nanti abis kemo slesei 8 kli , di cek ulang bone scan nya, mgkn sy terlalu kuatir dok , slalu kepikiran sel sy tuh ganas, grade 3 n triple neg cepet metas nya , 😰 skli lg terima ksih dok….😍

    Like

  12. Dear Elly
    Jadi artinya pada waktu bone scan pertama sakit punggungnya sudah dialami kira2 setahun kan? Dan hasilnya bagus kan? Alias tidak ada metastase. Karena itu maka dokter tidak menganjurkan bone scan sekarang, tetapi nanti kalau sudah selesai kemo, yang saya duga pertimbangannya adalah: 1). bone scan pertama menunjukkan tidak ada metastase, maka ini yang dipegang; 2). kalau toh ada metastase atau proses kearah metastase maka logikanya kemo yang 8 kali ini akan bisa mencegah proses metastase terjadi, sehingga pemeriksaan sesudah kemo itu untuk men check bagaimana progress penyakit sesudah semua terapi selesai.

    Tentang ketakutan, memang pada prinsipnya inilah ‘inti’ dari kehidupan sebagai ‘survivor’, bagaimana orang yang didiagnosa breast cancer dan ditemukan ‘sudah bebas kanker’ (= artinya berdasarkan tes tes yang ada didunia ini dan sudah dilakukan, maka ‘tidak ditemukan ada kanker’) merasa takut karena memang tidak pernah ada kepastian apakah kanker nya 100% betul2 tidak ada. Ini disebabkan belum ada cara untuk mendeteksi kalau ada kanker dalam bentuk masih sel, dimana kalau hal ini bisa dilakukan pada jaman ini maka kemungkinannya adalah metastase bisa dicegah.
    (Metastase artinya ada penyebaran dengan tumor baru yang muncul, tumor artinya sel-sel kanker berkumpul berjuta juta jumlahnya dan membentuk tumor)
    Sehingga sebagai seorang survivor, kita sering mengandalkan fakta2 dari rekam medis yang berguna untuk ‘prognosa’ kita, untuk ‘memprediksi’ kira2 apa yang akan terjadi, dan mencoba ‘ menjawab’ ketakutan kita.
    Yang saya mau katakan disini adalah: takut kanker muncul kembali adalah memang ‘sudah satu paket’ didalam ‘survivorship’ yang kita harus terus pelajari dan dalami sebagai sebuah berkah dari Tuhan. Saya suka memakai istilah ‘fear management’ dimana kita belajar dari waktu ke waktu untuk mengelola ketakutan kita, dengan cara macam2 termasuk dengan cara yang paling cocok untuk kita yang dalam perjalanan ini kita temukan sendiri. Saya temukan, banyak orang merasakan bahwa salah satu cara yang cocok adalah mencari tahu tentang breast cancer seperti yang sudah dilakukan Elly. Selanjutnya, belajar melihat kehidupan dalam survivorship ini sebagai sebuah berkah dimana kita diberi kesempatan untuk bersikap beda dengan sebelum kita sakit.
    Tentu saja, pola hidup sehat menjadi pilihan banyak orang dan ini salah satu dari banyak sekali hal yang membuat kita jadi bersyukur.
    Tetapi, satu hal yang perlu dipegang juga, bahwa kita harus bisa bersabar dengan diri kita dalam berproses untuk bisa mengelola ketakutan kita.

    Like

  13. Pertama ,sy berucap syukur sekali bs ke temu disni dgn dokter Inez yg bgtu sabar n detil menjwb semua pertanyaan yah mgkn agak berlbhan😰, yg membuat sy agak lbh lega n lbh mengerti soal CA mamae dll nya ,skali lg trima kasih byk , n Tuhan berkati slalu utk doktr n keluarga , salam sehat selalu 🙏😍😇

    Like

    • Elly, kita bersama sama belajar dalam menjalani kehidupan sesudah di diagnosa breast cancer …
      Terimakasih atas doanya, Amin. Semoga kita semua selalu sehat dan diberi kesempatan untuk menjalani hidup yang berarti untuk orang banyak. Elly jangan lupa ya, untuk gantian menyebarkan info yang sekarang Elly sudah tahu, ke mereka yang membutuhkan.
      O ya, saya edit sedikit jawaban saya sebelumnya…
      Satu lagi, apakah Elly berminat untuk gabung ke komunitas pendukungan survivor kanker payudara? Saya ada di group Lovepink – coba buka ini http://www.lovepinkindonesia.org
      Minggu depan akan ada parade (funwalk) besar2 an di Jkt yang ngadain lovepink …. kalau2 mau daftar dan ikut? http://www.jakartagoespink.com
      Atau … Elly domisili tidak di Jakarta kah? Kalau mau gabung di group Lovepink saya bisa masukkan ke dalam chat groups yang ada di beberapa kota yang berebda di Jawa, tetapi anggota nya menyebar sampai Kalimantan, Sumatra, Sulawesi.
      Nanti saya email untuk minta no HP nya Elly

      Like

  14. Sama2 doktr, semoga sy lbh kuat n semangat tuk menghadapi semua ini….. 🙏😇💪. Sy domisili jkt dok, skrng sy lg trapi kemo , biasanya sy bis kemo sgt drop doktr , bs 10 hr kedpn agak lumyan , sy ushkan klo kondisi sy ok…..hp sy 0811157609, ma kasih yah doktr ajakan nya …..😍😘

    Like

  15. Hi Dok,
    Saya belum menikah dan berusia 33th. Sy mengetahui ada benjolan d payudara saya sejak th 2008, dari situ sy sudah berkunjung ke 4org spesialis onkologi dan 2org dokter umum. Diagnosa berbeda2, ada yg bilang kista ada yg tumor dan kanker. Sy tidak berobat medis namun hanya mencoba obat2an herbal dari daun dewa, daun sirsak, kulit manggis. Waktu th2013 bagian payudara tsb tiba2 membengkak dan panas sekali, saat itu sy periksa ke dr onkologi, diagnosanya terkena infeksi, sy diberi banyak obat painkiller dan pereda panas dan disarankan utk ambil sample jaringan utk dicek ganas atau tidak, saat itu sy sembuh tapi benjolan masih ada, nah masalah sy yg utama adl mama sy tidak injinkan sy utk operasi ataupun ambil sampel apapun juga, beliau hanya khawatir sekali kalau kemungkinan terburuk terjadi, latar belakang keluarga kami kebetulan org2 yg tidak percaya pd rumah sakit dan kebetulan lagi papa saya meninggal di rumah sakit setelah terdiagnosa typus yg ternyata DB, tidak sampai 12jam di RS papa meninggal. Maka lengkaplah sudah ketidakpercayaan keluarga kami pd RS. Makanya sy terus menerus mengkonsumsi obat tradisional (yg paling sering adl seduhan daun sirsak). Menurut sy itu tdk bermanfaat sama sekali krn toh tdk ada perubahan apa2, malahan, sejak terkena infeksi itu, walaupun sembuh, sy merasa benjolan ini makin besar, tiap kali haid berasa nyeri walaupun tdk sampai mengganggu aktivitas sy, dr onkologi terakhir sy sdh menyarankan utk rutin usg tiap 6bln, sepanjang 2014 tidak ada perubahan ukuran memang dan sy rajin usg sesuai saran. Namun sejak awal 2015 sy ada masalah dg pekerjaan dan akhirnya tdk memiliki asuransi kesehatan lagi maka sudah tdk bisa usg lagi (krn biaya) dan sy juga mengalami stress tinggi dalam rangka mencari pekerjaan, dan sekarang benjolan itu sudah jelas sekali tambah besar dan menonjol ke luar (terlihat jelas dan sekarang mulai berwarna ungu sembab spt terantuk sesuatu) dab puting sy ketarik ke dalam separuh, sy sangat khawatir sekali dan belum bicara sama mama sy, krn sy takut beliau pasti cemas pikiran dan tdk bisa tidur. Sekarang (puji Tuhan) sy sdh dapat pekerjaan dgn asuransi kesehatan tapi baru bisa digunakan stlh 3bln ke depan (seusai masa probation kerja) sy mau tanya dokter praktik dimana dan boleh minta no hp nya. Dokter sy yg sebelumnya cowok semua, walaupun pintar dan sy percaya pd diagnosa mrk. Tapi sy agak risih makanya sy jarang cek up. Terima kasih sebelumnya dok. Mohon balasannya jika berkenan. Sy mau konsultasi juga bagaimana cr menyampaikan ke mama sy mau operasi saja tanpa membuat beliau ketakutan sy akan meninggal (krn takdir toh di tangan Tuhan). Karena buat sy benjolan ini sudah mengganggu, membuat sy khawatir setiap saat. Dan daun2an itu tidak ada manfaatnya sama sekali. Mungkinkah malah memperburuk?
    Anyway. Terimakasih sebelumnya, sy boleh curhat disini saja sdh agak lega, krn sulit menceritakan hal ini ke siapa2.

    Like

    • Kath (maaf saya nggak pasti nama apa yang bisa saya pakai disini, jadi kalau salah maaf ya).

      Terimakasih sekali sudah sharing disini cerita pribadi nya.
      Menurut saya, sejak tahun 2008 sampai sekarang sebenarnya Kath sudah memakai cara medis untuk mengelola benjolan di payudara. Tetapi dengan pertimbangan macam2 Kath juga mengkonsumsi ramuan herbal.
      Berikut ini interpretasi saya dari cerita yang ditulis Kath diatas ya.
      Thn 2008 itu, diagnosa berbeda-beda apa maksudnya ‘yang dikatakan’oleh dokter satu dengan yg lain beda? Diagnosa apakah sebuah tumor ditentukan jinak atau ganas itu harus berdasarkan serangkaian pemeriksaan, dan yang sampai sekarang dianggap memastikan apakah sebuah benjolan iu jinak atau ganas adalah pemeriksaan sel sel jaringan dari benjolan (= tumor) tersebut. Pemeriksaan sel sel dari jaringan tumor ini maksudnya adalah pemeriksaan patologi, jadi jaringan tumor diambil (lewat biopsi jaringan) dan diperiksa dibawah mikroskop dan ditentukan apakah sel sel tumor tersebut jinak atau ganas.
      Keadaan thn 2013, dari tulisan Kath diatas, kesan saya payudara Kath terkena infeksi yang dinamakan mastitis, ini sering terjadi pada mereka yang sedang menyusui (karena pada ibu yg menyusui, payudara sering terluka). Seperti yg mungkin Kath sudah tahu bahwa prinsip dari infeksi itu kalau ada kuman (baik virus atau bakteri) yg masuk ke badan dan bikin infeksi (peradangan), nah pada sebuah organ, misalnya payudara, mestinya ada kula (meskipun lukanya bisa ngak kelihatan mata, yang menjadi pintu dari kuman untuk masuk dan lalu menyebabkan infeksi.

      Ikut prihatin dengan pengalaman jelek keluarga dengan pelayanan kesehatan yg dialami oleh alm ayah dan ini membuat keluarga terutama mama trauma. Kalau mau di cari cari jawabannya, bisa karena ada faktor kelalaian dari pelayanan kesehatannya seperti yang selama ini dipercayai, tetapi bisa juga karena memang keadaan ayah almarhum pada saat itu tidak jelas antara typhoid atau DB, karena keduanya bisa saja mempunyai gejala2 umum yg sama, tetapi memang di Indonesia, tidak semua RS/pusat pelayanan kesehatan mempunyai kemampuan yang sama tinggi nya untuk menangani persoalan yg kompleks dengan tepat dan cepat. Jadi, sayang sekali, pada saat itu, ayah berada pada tempat dan waktu yg tidak menguntungkan.

      Tentang obat herbal, saya sendiri hanya bisa merespon pertanyaan ini dari sudut medis, cara pandang medis yang memang ini basis dari training saya,yaitu bahwa kalau sesuatu itu tidak ada bukti ilmiah yang cukup (artinya hasil riset yg sudah diuji (uji klinis) berkalikali dengan jumlah sample yg banyak dan lalu di setujui oleh badan yg berwenang baikitu badan ilmiah medisatau badan hukum) dan dengan bukti ilmiah ini maka sesuatu itu berani diberikan kepada pasien, maka masuk akal kalau obat herbal tidak dberikan oleh dokter pada pasien, karena secara prinsip, dokter tidak bisa merujuk pada bukti ilmiah yg teruji tentang obat/ramuan herbal tersebut. Jadi tidak berani memberikan nya ke pasien.

      Tentang perkembangan tumor Kath yang menjadi berubah warna, lebih besar ukurannya dengan puting payudar atertarik ke dalam, ini sudah alasan alasan yang sangat kuat untuk segera memeriksakan diri ke dokter.
      Pertama, pergilah konsultasi ke dokter ahli bedah onkologi (Sp B Onk). Lalu dari sana akan bisa diketahui tes apa yang segera harus dilakukan, biasanya biopsi dulu untuk memastikan bahwa kelainan nya apa. Sesudah itu ditentukan tindakan nya apa.

      Tentang asuransi, syukurlah Kath sudah ada asuransi dari tempat pekerjaan yg baru, tetapi apakah Kath sudah mengurus keanggotaan BPJS? Coba tolong diurus segara. BUka website BPJS dan bisa mendaftar on line, meskipun ada tahapan yang orang nya harus datang ke kantor BPJS, tetapi mendaftar on line jauh lebih mudah. Meskipun punya asuransikesehatan dari tempat kerja, tetapi mempunyai keanggotaan BPJS bisa menjadi tambahan atau bahkan bantuan yg besar. Kalau diperlukan, Kath sudah siap dengan sudah punya BPJS. (Jangan lupa ibu dan seluruh keluarga juga di urus ya keanggotaan BPJS nya)

      Kath tinggal dimana? di kota apa? Kalau di Jakarta, bisa ke RS Kanker Dharmais, untuk konsultasi dulu.

      Untuk gimana bicaranya dengan ibu, mungkin Kath bisa mulai dengan bahwa Kath mau ke dokter bedah onkologi itu hanya mau memastikan apakah tumor di payudara itu baik atau tidak, kan cuma memastikan, jadi bukan mau langsung dilakukan tindakan apapun. Lebih baik tau pasti benjolan itu apa daripada nanti kecolongan.
      Itu yg pertama.
      Lalu, tergantung nanti apa hasil periksa dengan dokter nya, baru nanti dipikirkan lagi cara menghadapi ibu, kita bisa bicara japri untuk mengatur ini Kath.
      anda bisa email saya ya no HP anda.
      Tentang siapa dokter perempuan, di Jakarta di RS MItra Kemayoran, ada seorang ahli bedah onkologi perempuan, ibu Dr Alfiah Amiruddin. Lalu kalau memang selajutnya dokter ahli onkologi medis diperlukan, maka ada beberapa dokter perempuan juga di beberapa RS.
      Tapi yang penting sekali adalah, Kath harus segera memeriksakan diri ke dokter. Sesegera mungkin ya.

      Like

      • Hi dok, makasih ya sudah reply,
        Sy kerja di cilegon dan tiap weekend saja bs ke jakarta (nginep di kost teman) klo BPJS sedang proses diuruskan oleh kantor baru (dulu yg dari kantor lama sudah di cut off)
        Untuk diagnosa berbeda2 th2008 dokter kanker tsb hanya berdasarkan ukurannya saja maka diagnosa tumor atau kista. Tapi sejak sakit th2013 dan malah berkembang sepanjang th2015 ini saya yakin ukurannya sudah tambah besar ( krn ga perlu diraba lagi sudah menonjol) dulu sy ngecek dgn meraba n usg saja.
        Wkt terakhir usg th2014 memang ada benjolan kecil2 diatas benjolan yg sdh ada sejak th2008, perkiraan sy benjolan itulah yg sedang berkembang menyatu jd besar, yg heran kenapa berkembang ya? Sy sudah jaga pola makan sehat (kurang garam) dan minum daun sirsak maupun manggis juga.
        Dokter onkologi yg menangani sy sejak th2013 praktek di mrcc siloam, kalau sy ada keluhan sakit memang bs wasaap beliau minta rekomendasi minum obat apa tapi sy agak sungkan kalo tdk datang periksa kan rugi nanti dokternya (tdk dpt fee) hehe.. makanya sy cari blog2 yg bs dipercaya (kebetulan sekali ketemu blog dokter inez)
        Klo dokter sendiri buka praktek ga dok?
        Sy sudah disarankan biopsi memang, akan sy laksanakan selepas 3bln masa bekerja d perusahaan baru (ini ditentang mama sy sih sebenarnya makanya blom saya jalankan dr thn2014), atau gimana dok? Harus lebih cepat lagi kah?
        Ini email sy dok : ssnowballxxx@yahoo.com
        Kita japri no hp di email saja.

        Like

  16. Saya menderita ca triple negative dok yang besar diameternya 28 mm sudah dioperasi radikal dan menurut hasik pemeriksaan belum sampai ke kelenjar getah bening mungkin hasiknya seperti ini Microscoic
    a. Section from the breast lump shaw area of infiltreation by makignnt tumour , the tumour cells are large ,pleomorphic with large nuckues and prominent dan seterusnya

    Like

  17. Sore ya Dok saya lanjut kan hasil Abnormal mitoses (( 10 per Hpl ) The cel borders are indistinct . the tumur cell are arranged insyncytial sheets abd nests with minimal glandular structur .cystic spaces are seen.the stroma shaws dense lymhop;asmacytic infirarets . necrosis abd hamortthage are seen .ybtra comonent is absent lymhatic and vascular invasion is not indentifeid, adjacebt tissud shhows normal breast resected margin are clear .

    er -negative
    pr -negative
    e-ern B- 2 Negative no stainngi

    Sections from the margins of the surgical cavicity intge brest show coagulation nesrosis and haemonrhage .Adjacent breast tissue shows normal breast lobules adipose tissue ,nipple is normal
    there is no residu tumor ,mau tanya dok bagaimana kah keadaan cA saya menurut hasil yang diatas ,
    sekarang terapy yang di ajurkan dokter radiotrapi sedangsaya jalani ,mohon penjelasannya ya dok
    terimaksih

    Like

    • Dear Lina, maaf saya baru bias menjawab sekarang.
      Tolong diperhatikan bahwa informasi yangs aya berikan dan semua informasi di blog ini, TIDAK UNTUK MENGGANTIKAN advis dokter ahli kanker yang mearwat Lina, tetapi lebih pada usaha untuk ‘membekali’ Lina dengan pengetahuan yang bias berguna dalam ber diskusi (dan membuat pertanyaan) dengan dokter ahli kanker yang merawat.

      Dari tulisan Lina, maka interpretasi saya, yang Lina tulis memberitahu bahwa:
      1) Lina sudah di mastektomi (tolong di ralat kalau salah);
      2) pada sediaan (jaringan) payudara yang diperiksa (yg diambil dari operasi mastektomi) – tidak ada jaringan kelenjar getah bening nya;
      3). pada jaringan payudara tidak tampak adanya invasi limfovaskuler (ada tulisan tentang ini di blog ini – coba baca https://infokankerpayudara.wordpress.com/2015/04/03/bagian-2-7-membaca-laporan-patologi-invasi-limfo-vaskuler-invasi-limfatik-dan-invasi-vaskuler/)
      4). pada jaringan diluar batas tumor payudara – margin nya clear/bersih dari sel tumor. Untuk hal ini bias dibaca di halam yang menjelaskan tentang ‘margin’ ini – ada di blog ini – ini link nya https://infokankerpayudara.wordpress.com/2015/03/22/bagian-2-6-membaca-laporan-patologi-margin-jarak-tepi-sel-kanker-ke-tepi-jaringan/

      Usulan pertanyaan ke dokter nanti kalau sedang kontrol/konsultasi:
      1). bagaimana menentukan ada atau tidaknya sel ca di kelenjar getah bening? Apakah kelenjar getah bening di ketiak ada yang diambil untuk diperiksa jaringannya (PA) – karena dari hasil PA diatas disebutkan tidak ada jaringan kelenjar getah beningnya.
      2). (kalau Lina belum di kemoterapi – Lina tidak menceritakan sekarang ini apakah sudah di kemoterapi) apakah kemoterapi akan dilakukan sesudah radioterapi?
      23). Mengapa radioterapi dilakukan? Apakah karena kelenjar getah bening nya tidak ikut diambil satu atau dua untuk diperiksa PA? sehingga karena tidak diperiksa PA maka langsung dianggap bahwa siapa tahu kgb nya ada sel ca maka di radiasi saja?

      Lina tentunya sudah baca bahwa untuk triple negative, andalan terapi adalah kemoterapi, sehingga ini harus dijalani.
      Tentang pemilihan dokter spesialis apa yang cocok untuk mememberikan, memtuskan dan mengawasi kemoterapi, maka Lina harus pindah ke spesialis penyakit dalam yang khusus kanker. Gelarnya Sp Pd KHOM
      Lina tinggal di mana? Di kota kota besar selalu ada dokter Sp Pd KHOM (di RS RS atau di RS khusus kanker).
      Logika dari pemilihan spesialis ini adalah, Kanker itu penyakit yang bukan hanya satu penyakit, tapi bermacam-macam (multi disease). Karena itu, dokter yang menangani kita bias berganti ganti spesialisasinya, tergantung keadaan kita saat itu, apa yang perlu ditangani saat itu.
      Menurut standard internasional, pada waktu kita perlu tindakan bedah (operasi) maka kita di tangani oleh dokter ahli bedah onkologi (gelarnya Sp B Onk). tetapi lalu, sesudah tindakan bedah (atau apapun yang memerlukan tindakan dengan pisau bedah dan teknik bedah), maka kita lalu pindah ke dokter yang menangani bagian dalam dari tubuh kita secara keseluruhan, karena itu dokter spesialis penyakit dalam yang cocok. Untuk kanker maka dipilhlah dokter spesiallis penyakit dalam yang khusus kanker (hematologi onkologi) yg gelarnya Sp Pd KHOM. Apa saja sih penanganan yg melibatkan seluruh tubuh? Contohnya ya kemoterapi, kan kemoterapi itu untuk mematikan sel sel kanker yang ada di tubuh dan caranya dengan memasukkan obat kemo untuk di sebarkan ke selueruh tubuh melalui aliran darah. Sehingga jelas bahwa ini keahliannya dokter ahli oenyakit dalam khusus kanker (Sp Pd KHOM). Keadaan untuk ditangani oleh Sp Pd KHOM ini menjadi masalah kalau tidak ada Sp Pd KHOM di tempat tinggal anda. Sehingga ini perlu dipikirkan. Di Indonesia, dugaan saya (saja) karena jumlah Sp Pd KHOM kurang, maka dr Sp B Onk (yang saya dengar-dengar juga mendapatkan training tentang hematologi onkologi selama satu tahun dari seluruh trainingnya sebagai dokter bedah) juga menangani kemoterapi. Tetapi, sekali lagi, saya hanya merujuk pada standard internasional, dimana hanya Sp Pd KHOM lah yang dianggap mempunyai kompetensi untuk memeberikan pengobatan sistemik (=seluruh badan) , contohnya kemoterapi dan terapi hormonal, terhadap pasien kanker.

      Pada waktu Lina perlu di radioterapi, Lina ditangani oleh dokter ahli radiologi onkologi (Sp Rad ONk) kan? Ini contoh bagaimana dokter spesialis apa nya disesuaikan dengan keadaan kita.

      Like

  18. dear Dr. Inez

    mama saya ada CA payudara sudah menjalani mastektomi kiri dan pengangkatan kelenjar getah bening. dari hasil IHK triple negatif.
    Dokter menyarankan kemoterapi.
    Usia mama 81 tahun.
    mohon saran Dr. Inez kemoterapi untuk orang lanjut usia.

    terima kasih
    Imelda

    Like

    • Dear Imelda
      Maaf jawabannya terlambat sekali.
      Semoga masih berguna. MOhon maaf.

      Kita mulai dari prinsip terapi medis dulu ya. Prinsipnya, semua terapi medis itu diberikan sudah dengan perimbangan untung ruginya. Jadi keuntungan untuk pasien (benefit) nya dinilai harus lebih banyak dari kerugian nya (entah itu berupa efek samping yang membuat pasien menjadi tidak baik keadaannya, atau secara keseluruhan, efektifitasnya kecil).
      Maka, demikian juga untuk mama.
      Banyak pertimbangan yang harus diperhitungkan dalam pengambilan keputusan terapi apa yang mau dijalankan. Anatara lain pertimbangan keadaan pasien itu sendiri (termasuk umur, keadaan umum/tubuh secara umum, dan pertimbangan social misalnya); dan faktor2 medis (misalnya stadium kanker, hasil IHK, dll).
      Misalnya untuk mama, factor umur menjadi penting untuk dipertimbangkan. Untuk seusia mama,keadaan tubuh, apakah nanti cukup kuat untuk dikemoterapi, dan apakah kualitas hidup yg menurun selama terapi, menjadi alasan utk memutuskan di kemoterapi atau tidak. Faktor2 medisnya juga penting, hasil patologi mama misalnya (selain stadium nya apa, dan IHK nya apa) akan berperan penting.

      Tentang obat kemoterapi nya apa, ini juga memakai banyak pertimbangan, tetapi ini sudah ‘daerah’ yang sangat spesialistik. jadi keahlian dokter ahli onkologi medik (gelar: Sp Pd KHOM) lah yang berkompeten untuk memilihkan mana obat kemo yang paling tepat dengan keadaan mama.
      Semoga mendapatkan advis yang sebaik mungkin.

      (Jangan lupa factor sedang menghadapi pandemi Covid, harus selalu dipikirkan bahwa mama punya paling tidak 3 keadaan rentan yang membuat mama ber resiko tinggi kena infkesi sakit apapun termasuk terinfeksi virus corona. 3 keadaan rentan yang saya perkirakan ada pada mama saat ini adalah: usia lanjut; komorbidiats (viasanya pada usia yg la jut, manusia sudah mempunyai berbagia macam penyakit kronik); dan sedang menjadi pasien kanker. Ke 3 keadaan ini membuat kemungkinan daya tahan tubuh (imunitas) mama sedang tidak bagus). Ke hati-hatian yang tinggi perlu selalu dijalankan, apalagi waktu harus keluar dari rumah/isolasi, dan menjalani pengobatan di RS.

      Salam, Inez

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s